Bandung – 27 September 2018. Hari minggu pada 23 September 2018 lalu, Imam Syafe’i dengan sapaan Mang Imam menjadi seorang pemateri di acara Madrasah Politik yang diselenggarakan oleh PW Himi Persis Jawa Barat di Gedung A Hasan.

Perkembangan pesantren dan madrasah di Indonesia tidak dapat dipisahkan dari kebijakan politik pemerintah yang sedang berkuasa saat itu. Di saat pemerintahan Kolonial Belanda, pesantren kurang mendapat perhatian bahkan cenderung menekan pesantren karena takut akan munculnya militansi kaum muslimin terpelajar. Belanda juga ingin mengubah sistem pendidikan dari pesantren ke sistem persekolahan yang lebih modern. Tujuan pendidikan yang diharapkan pemerintah Kolonial Belanda bukan untuk mencerdaskan kehidupan masyarakat bumiputera akan tetapi untuk mengajarkan baca tulis agar masyarakat dapat melaksanakan kebijakan yang diterapkan pemerintah Kolonial Belanda.

SHARE
Previous articleSelamat Hari Jadi Karang Taruna 58 Th
Next articleSelamat Hari Batik Nasional 2018
Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Imam Syafei di bawah naungan Yayasan Imam Syafei Bandung, dengan SK Izin Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (Diknas) Kabupaten Bandung : 421.10/454-disdikbud/2015, dan SK Disdik Kab. Bandung : 421.10.2659, disdik/ 2018 NPSSN : P9962773 Tlp: 081313423234

LEAVE A REPLY