Penggunaan kata di yang benar, Kapan Harus Dipisah?
Jika di bab di atas mengulas penggunaan kata di yang benar secara menyambung. Maka, bagaimana atau apa ciri-ciri penggunaan kata di yang dipisah? Nah, kamu bisa simak beberapa poin berikut.
Apabila di diterapkan di sebuah kata depan, maka penggunaan di ditulis secara terpisah.
Penggunaan di juga harus dipisah jika menunjukkan tempat, nama, waktu dan lokasi.
Jika di yang disambung dapat diubah menjadi kalimat aktif, maka pada penggunaan di yang dipisah TIDAK DAPAT DIUBAH menjadi kata kerja aktif.
Barangkali ada pertanyaan, kenapa tidak dapat diubah menjadi kata kerja aktif? Jawabannya sederhana. Karena kata yang menyertainya bukan kata kerja pasif.
Sebagai contoh, “di terminal” tidak bisa kita ganti dengan “me-nerminal”. Jika dipaksakan diberi imbuhan me- maka akan kehilangan makna/definisi atau tujuan tempat.
Contoh Penggunaan Kata di Yang Benar Yang Ditulis Secara terpisah
Nah, daripada binggung, langsung saja berikut adalah contoh penggunaan kata di yang ditulis secara terpisah
Contoh 1:
Diluar rumah banyak sekali kebun sayur yang siap untuk ditanam ❌ (Salah)
Di luar rumah banyak sekali kebun sayur yang siap untuk ditanam ✅ (benar)
Contoh 2:
Likah menyimpan mainan boneka kesayangannya di lemari kamarnya ✅ (Benar)
Likah menyimpan mainan boneka kesayangannya dilemari kamarnya ❌(Salah)
Contoh 3:
Harjo mengatur janji disore hari bertemu dengan calon pembeli ❌(Salah)
Harjo mengatur janji di sore hari bertemu dengan calon pembeli
✅ (Benar)
Menerima Siswa Baru TA 2021/22 Menyelenggarakan Program Kesetaraan Paket A (SD), Paket B (SMP) dan Paket C (SMA). Selain bagi siswa yang berminat untuk kursus Bahasa Inggris & Komputer.
Informasi Hubungi :
Telp. 022-63741003
WA 085703324551 (Desi)
08112380300 (Imam Syafei)
Yayasan Imam Syafei
No. Izin : 421.10/2659-Disdik/2018 NPSN : P9962773
Akreditasi B
Alamat
Jalan Sadang No. 66 Cipadati Desa Cinunuk
Cileunyi Kab. Bandung Jawa Barat
SHARE
Previous article4 Ucapan Sederhana yang di Anggap Sepele
Next articleBerikut Jadwal ANBK Paket A/B/C 2021
Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Imam Syafei di bawah naungan Yayasan Imam Syafei Bandung, dengan SK Izin Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (Diknas) Kabupaten Bandung : 421.10/454-disdikbud/2015, dan SK Disdik Kab. Bandung : 421.10.2659, disdik/ 2018 NPSSN : P9962773 Tlp: 08112380300

LEAVE A REPLY